Contoh Cerpen – Dalam penggunaan cerpen singkat termasuk dgn cerita pendek merupakan suatu wujud prosa naratif fiktif. Cerpen cenderung singkat, padat, dan segera pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yg lebih panjang, seperti novella dan novel.
CONTOH CERPEN SINGKAT
| CONTOH CERPEN SINGKAT |
Cerita pendek biasanya membawa kata yg tidak cukup berasal dari 10.000 kata atau tidak cukup berasal dari 10 halaman saja. Selain itu, cnth cerpen memberi tambahan sebuah kesan tunggal yg demikianlah dan juga memusatkan diri pada salah satu tokoh dan cuma satu situasi saja.
Daftar Isi
- Pengertian Cerpen
- cerpen persahabatan
- cerita singkat / cerita pendek
Cerpen ialah singkatan dari cerpen singkat. Maksud berasal dari cerita pendek di sini ialah ceritanya kurang berasal dari 10.000 (sepuluh ribu) kata atau kurang dari 10 (sepuluh) halaman. cnth cerita pendek umumnya cuma memberikan kesan tunggal yg demikian dan memusatkan diri pada satu tokoh dan satu suasana saja.
cerita pendek ada beberapa jenis karya sastra yg memaparkan kisah ataupun cerita tentang kehidupan manusia lewat tulisan pendek. cerita pendek atau cerita singkat biasa disebut sebagai karangan fiktif yg berisikan tentang lebih dari satu kehidupan seseorang atau terhitung kehidupan yg diceritakan secara ringkas yg berfokus pada suatu tokoh saja. Menurut pendapat lebih dari satu ahli cerita pendek sanggup diartikan sebagai berikut :
Ciri Ciri Cerpen
cerita singkat / cerita pendek
- Jalan ceritanya lebih pendek berasal dari novel
- Sebuah cerita pendek mempunyai umlah kata yg tidak lebih berasal dari 10.000 (10 ribu) kata
- Biasanya mengisi cerita singkat berasal dari kehidupan sehari-hari
- Tidak menggambarkan seluruh kisah para tokohnya, hal ini gara-gara dalam cerita singkat yg digambarkan cuman inti sarinya saja.
- Tokoh dalam cerita singkat digambarkan mengalami masalah atau suatu konflik sampai pada langkah penyelesainnya.
- Pemakaian kata yg simpel dan juga ekonomis dan enteng dikenal pembaca.
- Kesan yg ditinggalkan berasal dari cnth cerpen tersebut benar-benar mendalam agar pembaca sanggup ikut merasakan kisah berasal dari cerita tersebut.
- Biasanya cuma 1 perihal saja yg diceritakan.
- Memiliki kronologis cerita tunggal dan lurus.
- Penokohan pada cerita pendek sangatlah sederhana, tidak mendalam dan juga singkat
Struktur Cerpen / Cerita Pendek
Contoh cerpen singkat / cnth serpen persahabatan
Dalam membuat cnth cerpen singkat kita juga mesti sadar berkenaan kerangka atau struktur berasal dari sebuah cerpen singkat. Adapun struktur cerpen itu sendiri terdiri berasal dari abstrak, orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi dan koda. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas kerangka berikut satu persatu:1. Abstrak
Abstrak ialah ringkasan berasal dari sebuah cerita. Abstrak merupakan inti berasal dari cerita yg dapat dikembangkan jadi sebagian rangkaian kejadian. Abstrak juga sanggup disebut sebagai deskripsi awal didalam cerita. Abstrak berwujud opsional yg mana didalam sebuah cerita singkat, kita boleh tidak memanfaatkan abstrak.2. Orientasi
Orientasi ialah hal-hal yg terkait dgn suasana, tempat dan kala yg ada didalam cerita tersebut. Biasanya orientasi tidak cuma terpaku pada satu tempat, suasana dan waktu. Karena didalam sebuah cerita terkandung banyak kejadian dan tokoh yg berbeda-beda.3. Komplikasi
Komplikasi merupakan rangkaian kejadian-kejadian yg terkait dan ber risikan mengenai dikarenakan akibat kejadian sebuah cerita. Dalam struktur ini anda sanggup memilih watak atau cii-ciri berasal dari tokoh cerita. Watak atau cii-ciri berasal dari tokoh sanggup nampak dikarenakan kerumitan permasalahan yg merasa terlihat.4. Evaluasi
Evaluasi yaitu struktur berasal dari konflik-konflik yg berjalan didalam cerita yg mengarah pada titik klimaks atau puncak permasalahan dan merasa meraih deskripsi penyelesaian berasal dari konflik tersebut. Struktur ini merupakan struktur yg amat penting. Karena struktur ini amat menetukan menarik tidaknya suatu cerita. Dalam struktur ini penulis sanggup menyajikan konflik-konflik yg sanggup mebuat hati pembaca terbawa suasana. Sehingga pembaca lebih menghayati dan menjiwai cii-ciri yg ada didalam cerita ini.5. Resolusi
Resolusi merupakan penyelesaian berasal dari evaluasi. Biasanya resolusi amat dinanti-nati oleh pembaca, dikarenakan pada struktur ini pengarang menambahkan solusi mengenai permasalahan yg dialami seorang tokoh atau pelaku didalam cerita.6. Koda
Koda ialah nilai ataupun pelajaran yg sanggup diambil berasal dari suatu cerita. Koda merupaka hikmah yg terkandung didalam cerita. Koda biasanya sanggup diketaui sesudah pembaca semua cerita didalam cerita pendek yaitu berasal dari permulaan hingga ahir berasal dari cerita. Koda sanggup berwujud nasehat, pelajaran dan peringatan bagi pembacanya.Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen
Contoh cerpen singkat / Contoh serpen persahabatan
Unsur intinsik dan unsur ekstrinsik cerpen ialah unsur yg membentuk yg terkandung di luar cerita pendek itu sendiri(unsur yg berada di luar karya sastra). Unsur-unsur ekstrinsik berasal dari cerita pendek tidak mampu terlepas berasal dari suasana masyarakat waktu dimana cerita singkat itu dibikin oleh si penulis.Unsur ini miliki banyak dampak terhadap penyajian amanat maupun latar belakang berasal dari cnth cerpen itu sendiri. Dibawah ini beberapa unsur intinsik dan unsur ekstrinsik cerpen berasal dari cerita pendek diantaranya:
Unsur Intrinsik Cerpen
- Pertama berasal dari tidak benar satu berasal dari tema ini, merupakan tidak benar satu berasal dari inspirasi pokok yg sudah mendasari pada jalannya pada suatu cerita didalam pembahasan cerpen.
- Kedua tidak benar satu berasal dari kronologis atau plot, berasal dari sebuah jalan pada cerita didalam cerpen.
- Ketiga didalam melaksanakan setting, hampir mirip dgn tempat, suasana, dan saat yg sudah berlangsung didalam melaksanakan sebuah cerita pendek.
- Ketiga tokoh, ini merupakan berasal dari pelaku yg dapat terlibat yg di didalam tersedia cerpen.
- Keempat tidak benar satu berasal dari penokohan, dapat memberikan cii-ciri atau cii-ciri yg lain pada tokoh pada cerita yg tersedia di didalam tersebut.
- Kelima tidak benar satu berasal dari sudut pandang ini, cara pandangnya cuma untuk mengarang kala menyaksikan kala kejadian yg tersedia didalam cerita tersebut.
Unsur Ekstrinsik Cerpen
- Pertama tidak benar satu berasal dari latar belakang berasal dari masyarakat, ini benar-benar berpengaruh saat kondisi berasal dari latar belakang masyarakat cuma terbentuknya di didalam jalan cerita.
- Kedua ini merupakan tidak benar satu berasal dari latar belakang Pengarang, tersedia terhitung yg meliputi untuk pemahaman dgn pengarang pada peristiwa hidupnya atau peristiwa yg dapat sukses dgn karangan dgn sebelumnya.
- Cerpen Singkat
- cnth cerpen singkat
- cerita singkat / cerita pendek
- Sebenarnya terserah kami cerpen lama atau baru namun yg mengetahui cnth cerpen tersebut kami dapat belajar banyak hal. Karena tema ini sebenarnya cerita pendek yg singkat jadi kami berikan langsung. Perlu diingatkan, di sini tidak tersedia cerpen benar-benar singkat yg kurang berasal dari 1 halaman.
Kenapa, kamu pasti masih ingat bukan pengertian cerpen apa? Nah, jadi jangan mencari yg benar-benar cerita pendek singkat ya, yg memerlukan silakan segera baca saja satu cnth yg akan diberikan berikut.
Contoh Cerpen #1
Contoh Cerpen Persahabatan
Contoh Cerpen
Berikut ini merupakan cerpen singkat persahabatan terbaru, yg diambil dari beberapa karya para kawan baik yg hobi dalam membuat cerpen yg sudah diterbitkan, yg mana keseluruhan cerita pendek saya ambil dari internet. yuk simak cnth cerpen persahabatan dibawah ini.Judul: Sahabat Terbaik
“Persahabatan bukan hanya hanyalah kata,yg ditulis pada sehelai kertas tak bermakna,
tapi persahabatan merupakan sebuah ikatan suci,
yg ditoreh diatas dua hati,
ditulis bersama dgn tinta kasih sayang,
dan suatu sementara akan dihapus bersama dgn tetesan darah dan barangkali nyawa”..
***
“Key… sini dech cepetan, saya ada sesuatu buat kamu”, panggil Nayra suatu sore.
“Iya, sebentar, sabar dikit kenapa sich?, kamu kan tau saya gak sanggup melihat”, jawab seorang gadis yg dipanggil Key dari balik pintu.
Keynaya Wulandari, begitulah nama gadis tadi, walaupun lahir bersama dgn keterbatasan fisik, dia tidak pernah mengeluh, semangatnya menekuni bahtera motto hidup tak pernah padam. Lahir bersama dgn kondisi buta, tidak membuatnya berkecil hati, secara fisik matanya tidak sanggup melihat warna-warni dunia, tapi mata hatinya sanggup melihat jauh ke dalam kehidupan seseorang. Mempunyai hoby melukis sejak kecil, bersama dgn keterbatasannya, Key selalu mengasah bakatnya. Tak pernah sedikitpun dia menyerah.
Duduk di bangku kelas XII di sebuah Sekolah Luar Biasa di kotanya, Keynaya tidak pernah absen capai peringkat dikelas, apalagi guru-gurunya termotivasi bersama dgn pembawaan pantang menyerah Key.
Sejak baru berusia 3 tahun, Keynaya sudah bersahabat bersama dgn anak tetangganya yg bernama Nayra Amrita, Nayra anak seorang direktur bank swasta di kota mereka. Nayra cantik, pinter dan secara fisik Nayra nampak sempurna.
***
Seperti sore ini, Nayra sudah nangkring di tempat tinggal Key. Dia berbincang-bincang bersama dgn Key, sambil menemani sahabatnya itu melukis.
“Key, lukisan kamu bagus banget, nanti kamu ngadain pameran tunggal ya, biar seluruh orang tau bakat kamu”, kata Nayra terhubung pembicaraan.
“Hah”, Key mendesah pelan selanjutnya terasa bicara, “Seandainya saya sanggup Nay, pasti sudah saya lakukan, tapi apa daya, saya ini gak sempurna, jika saya mendapat donor kornea, dan saya sanggup melihat, barangkali saya puas dan akan mengadakan pameran lukisan-lukisanku ini” ucap Keynaya bersama dgn kepedihan.
“Suatu hari nanti Tuhan akan memberi tambahan anugrahnya kepadamu, sahabat, pasti akan ada yg mendonorkan korneanya untuk seorang anak sebaik kamu,” timpal Nayra akhirnya.
Berbeda secara fisik, tidak pernah jadi kendala di dalam hubungan persahabatan antara Nayra dan Keynaya, kemana pun Nayra pergi, dia selalu mengajak Key, jikalau sekolah tentunya, sebab sekolah mereka berdua kan berbeda.
Sedang asik-asiknya dua kawan akrab ini bersenda gurau, tiba-tiba saja Nayra mengeluh,
“aduuh, kepala ku”
“Kamu kenapa Nay, sakit??” bertanya Keynaya.
“Oh, ngga saya gak apa-apa Key, Cuma sedikit pusing saja”, ucap Nayra sambil tersenyum.
“Minum obat ya Nay, saya gak senang kamu kenapa-napa, nada berkata Key terdengar begitu khawatir.
“aku ijin pulang pernah ya Key, senang minum obat” ujar Nayra sambil berpamitan pulang.
Di kamarnya yg terkesan terlalu elegan, nuansa coklat mendominasi di tiap-tiap sudut ruangan, Nayra terduduk lemas di atas ranjangnya,
“Ya Tuhan, berapa lama kembali usiaku di dunia ini?? Berapa lama kembali malaikatmu akan menjemputku untuk menghadapmu?” erang hati Nayra.
Di vonis menderita leukimia sejak 7 bulan selanjutnya dan tidak akan berumur lama kembali sungguh
— Bersambung —
Cerpen Singkat #2
Cerpen Pengalaman
Contoh Cerpen
Pada cerita pendek sebelumnya kita telah mengupas tentang cerpen yg bertema persahabatan, cnth cepen selanjutnya kami akan memberikan cerpen pengalaman pribadi. Berikut ini ialah cnth cerita pendek pengalaman spesial versi infoana.Judul: Kartu ATM ku
“Sekarang menggunakan kartu ATM kalian!”, perintah Bu Nisa, guru Agama kami.ATM itu singkatan dari Aku Tidak Menyontek. Untuk mendapat kartu itu kami harus mematuhi sebuah peraturan, yaitu tidak menyontek. Kartu ATM dipakai kala ulangan dan kala latihan. Tapi, saya tidak mempunyai kartu ATM, sebab saya orangnya tidak pandai dan malas belajar.
Akhirnya, ulangan pun dimulai. Aku mengerjakan soal-soal itu. Tapi, nomer 1, 3, 4, 7 dan 9, saya kesulitan. Kulihat ke sampingku untuk bertanya. Sayangnya ia memakai kartu ATM. Kulihat ke arah lain. Mereka termasuk memakai kartu ATM.
Bu Nisa tersenyum melihatku. Akhirnya, saya pun menanyakan ke Varia bersama dgn mengancam kalau tidak jawab, ia tidak bakal boleh pulang denganku. Tapi, ia menyatakan kartu ATMnya. Aku mulai mulai kesal. Aku pun menjawab soal itu bersama dgn asal-asal.
Saat Pulang…
Aku langsung berlari ke mobil Ayah. Aku biarkan Varia mencariku. Biarin aja dia mencariku. Siapa suruh ia tidak memberiku jawaban. Aku pun memasuki mobil Ayah. Kak Fani, kakak perempuanku, telah berada di dalam mobil.
“Varia mana, Len?”, tanya Ayah. “Mana saya tahu”, ucapku sambil menyaksikan ke arah Ayah.
“Kita menunggu aja, ya”, kata Ayah.
Aku benci mendengar Ayah bicara begitu. Kulihat Varia mengakses pintu mobil bersama dgn muka pucat dan penuh bersama dgn keringat.
“Kamu kenapa tinggalin aku, Len?”, tanya Varia.
“Siapa suruh tadi kamu begitu”, ucapku bersama dgn suara sedikit kasar.
“Varia, kamu menggunakan kartu ATM juga?”, tanya Kak Fani.
“Iya, Kak”, jawab Varia. “Kakak termasuk ada”, kata Kak Fani sambil menyatakan kartu ATMnya.
“Kartu ATM itu apa?”, tanya Ayah.
Kak Fani dan Varia mengatakan kartu ATM kepada Ayah. Aku hanya terduduk diam memandangi jendela. Setelah selesai menjelaskan, Ayah pun mengerti.
“Wah… Helen ada?”, tanya Ayah. “Nggak ada, Yah”, jawabku menundukkan kepalaku.
“Kamu tahu, gak, Len? Kalau turut ATM, kami bakal bisa kelebihan, loh”, kata Varia sambil menyodorkan sebuah kertas.
“Wah… Aku senang ikut, Var. Besok saya daftar, deh mirip Pak Stanlius. Kamu temeni aku, ya, Var”, ucapku tersenyum sesudah membaca kertas itu. “Ok”, kata Varia.
Contoh Cerpen #3
Cerpen Pendidikan
Contoh Cerpen
Jika diatas kamu sudah membaca cerpen persahabatan dan cerpen pengalaman, pada cnth cerpen kali ini kita akan memberikan cerpen pendidikan. pada cnth cerpen pendidikan yg ada di bawah ini ialah cerpen berasal dari cerita seorang penjual koran, yg mana cerita tersebut sangat menginspirasi, semoga bisa kita ambil hikmahnya, sehingga dapat menjadi sebuah pendidikan untuk diri kita semua.Judul Cerpen: AYO SEKOLAH
Ketika mentari merasa terlihat merangkak perlahan di ufuk timur, Raodah terlihat bergegas menuju kamar tidur anaknya. Pagi yg disambut kokokan ayam jantan dari segala sudut penjuru kampung membawa dampak janda muda itu makin kelihatan gelisah.Mengapa tidak, arah jarum jam hampir menunjuk tepat ke angka enam, tetapi anak semata wayangnya itu tak kunjung bangun dari tidurnya. Bukan hanya gelisah, tetapi perlahan raut wajah Raodah terlihat begitu kesal setelah melihat tingkah anaknya yg tak seperti biasanya.
“Udin lekas bangun, udah siang,” begitu kata Raodah setelah tepat berada di tempat pembaringan anaknya itu. Entah masih berada didalam dunia mimpinya, perkataan itu tak digubris Udin.
“Udin ayo bangun, entar anda telat masuk sekolahnya,” kata-kata Raodah sedikit mengoyang-goyangkan tubuh anaknya. Namun, alangkah nikmatnya dunia mimpi, membawa dampak Udin tak kunjung bangun.
Dengkuran udin masih terdengar begitu jelas dikedua telinga Raodah, membuatnya bertambah kesal. Bantal guling yg ada di sisi kanan tubuh anaknya itu diambilnya selanjutnya di pukulkannya ke arah wajah Udin bersama dgn pelan.
“Udiiiin, bangun”. Bukan mendengar, tetapi merasakan hantaman guling ke wajahnya membawa dampak Udin sekejap tersentak bangun. Terlihat sedikit lucu atas respon anaknya membawa dampak Raodah tersenyum mengusir kekesalan hatinya pada anaknya.
“Ah ibu, menggangu mimpi Udin saja,” Ucapan spontan Udin dikala melihat ibunya tersenyum pahit padanya.
“Mimpi, mimpi. Sekarang anda cepat mandi tidak lama waktunya anda masuk sekolah”.
“Sekolah, sekolah lagi. Udin malas masuk sekolah bu. Bosan,” Balas Udin sembari menjatuhkan kepalanya kembali ke bantal. Alangkah kaget hati Raodah, ia tak habis pikir bahwa anaknya bakal bicara seperti itu.
Hampir tak sanggup bicara lagi, setelah melihat tingkah anaknya yg aneh itu. Udin di mata Raodah dikenal sebagai sesosok anak yg pintar dan rajin. Semenjak Udin mengenal dunia pendidikan, nilai prestasi udin terlalu bagus di mata Raodah dan termasuk para gurunya.
“Sudah lah bu, Udin berkenan tidur kembali untuk melanjutkan mimpi Udin berjumpa bersama dgn kakek-kakek tua”. Raodah kembali tersentak kaget mendengar perkataan anaknya seperti itu. Meskipun belum jelas mengapa sikap dan tingkah anaknya berubah drastis, bersama dgn sikap keibuan Raodah, ia kembali bicara pada anaknya,
“Udin, terkecuali anda tak sekolah, lantas anda berkenan jadi apa nantinya”. Mendengar kata-kata ibunya itu, Udin hanya terdiam lantas menutupi kepalanya bersama dgn bantal.
“Lho, kok Udin seperti ini. Apa Udin tidak kasihan sama Ibu,” Raodah coba membujuk Udin, anaknya itu. Seketika pun Udin mengambil keputusan tuk kembali duduk dan menatap Raodah, ibunya.
“Ibu, justru Udin kasihan sama Ibu, agar udin mengambil keputusan tuk tidak ke sekolah. Aku kasihan sama ibu, yg menyekolahkan saya bersama dgn orientasi kelak saya kerja jadi pegawai,” kata-kata Udin membawa dampak Raodah hanya terdiam.
“Coba ibu pikir, terkecuali esok hari nanti saya tidak jadi pegawai, tentu ibu sendiri bakal kecewa. Sebab di pikiran ibu, letak kesuksesan seseorang sekolah itu di ukur seumpama dia jadi pegawai nantinya”.
“Tapi Udin, bagaimana caranya kami bakal memengaruhi nasib terkecuali anda tidak sekolah. Apalagi bersama dgn bersekolah, anda bakal jadi cerdas. Dan setelah cerdas, bukan hanya nasib di keluarga kami yg sanggup anda rubah, tetapi nasib orang-orang miskin lain pun anda sanggup merubahnya,” kata-kata balas Raodah coba berikan pemahaman pada anaknya itu.
Mendengar perkataan ibunya, udin hanya tersenyum dan capai ke dua tangan ibunya itu.
“Ibu, apa ibu jelas bahwa sekolah itu ialah salah satu bentuk pembodohan pemerintah bagi rakyat miskin seperti kami ini”.
“Udin, maksud anda apa nak,” Raodah sekejap kaget pendengar pengakuan anaknya itu. Sedikit penasaran pun menyelimuti pikirannya.
“Bu, cobalah ibu pikir, udah beberapa th. ini Udin sekolah. Namun tak sedikit pun kesukaan Udin yg terelisasikan oleh sekolah udin sendiri. Udin hobi bermain Drama, tetapi di sekolah tak dulu mengajarkan kami tentang drama. yg ada hanya metematika dan bhs inggris.
Di sekolah termasuk Udin menjadi perhatian, hanya orang-orang kaya yg beroleh pelayanan baik dari guru. Banyak teman-teman Udin yg segolongan bersama dgn kami yg miskin ini, hanya dikomersilkan dari guru-guru.
Dibilang bodoh lah, dicap nakal lah agar membawa dampak kami merasa diasingkan. Jadi sekitar apa untungnya terkecuali Udin masih selalu sekolah,” jelas Udin harusnya orang dewasa.
Demikian yg berjalan pada Raodah yg tak habis pikir, apa yg membawa dampak anaknya jadi seperti itu.
Jarum jam yg melekat di dinding kamar Udin makin berputar, dan udah menyatakan tepat pukul 07.00. Namun, anak dan orang tua itu tak beranjak dari ruangan simple itu. Percakapan masih saja konsisten berjalan membawa dampak mereka terhipnotis seakan tak sadarkan diri.
“Ibu, semalam Udin bermimpi berjumpa bersama dgn kakek-kakek tua. Udin tak jelas siapa. Tapi kakek tua itu memberi tambahan pemahaman padaku tentang suasana pendidikan di kampung kami ini. Udin baru mengerti, ternyata dunia pendidikan di kampung kami ini itu terlalu rusak bu,” lanjut Udin bernada kesal.
“Siapa bilang pendidikan itu rusak nak. Coba lihat, udah berapa kali Udin mendapat beasiswa dari sekolah sebagai siswa terpandai di sekolah. Jadi jangan berpendapat seperti itu dong nak,” Raodah kembali berikan pemahaman bersama dgn mengusap-usap kepala anaknya itu.
“Nah, itulah salah satu kekeliruan pendidikan bu, hanya siswa cerdas yg diakui dan dibantu oleh pemerintah. Sedangkan bagi siswa-siswa yg bodoh tidak diakui dan tidak diberikan perlindungan semacam beasiswa itu”.
“Tapi itu ialah salah satu langkah pemerintah untuk menaikkan motifasi bagi anak untuk lebih giat belajar lagi,” balas Raodah coba melayani perkataan Udin, anaknya. Namun mendengar pengakuan ibunya, Udin kembali tersenyum.
“jadi di mana letak tugas-tugas pendidikan itu sendiri, yg katanya memengaruhi sikap dan prilaku seseorang jadi lebih baik. Dalam mimpi udin semalam, kakek-kakek itu sempat bicara padaku, bahwa pendidikan hanya bakal melahirkan penindas-penindas baru di kapung kami ini bu. Dan itu fakta, dikarenakan mengapa di kampung kami ini banyak pejabat-pejabat korupsi yg merampok uang-uang rakyat.
Itu seluruh efek dari ongkos pendidikan yg mahal. Hmmm, Pokoknya pendidikan itu terlalu rusak lah bu,” Sela Udin coba mengakhiri perdebatannya bersama dgn ibunya.
Mendengar segala perkataan Udin, Raodah tak habis pikir, hanya dikarenakan mimpi anaknya sanggup bicara seperti itu. Raodah heran, tingkah anaknya di pagi itu tak ubahnya tingkah orang-orang dewasa. Hampir tak percaya, dikarenakan Udin masih duduk di bangku sekolah basic kelas tiga.
Menganggap pendapat anaknya tak sanggup ditentang lagi, Raodah mengambil keputusan tuk ikuti arus pikiran anaknya itu agar dia kembali berkenan melanjutkan sekolahnya lagi.
“Baiklah, ibu saat ini jelas apa maksud Udin. Memang pendapat anda semuanya benar. Jadi saat ini ibu berkenan bertanya pada Udin”.
“Apa itu bu,” sepertinya Udin penasaran mendengar perkataan ibunya.
“Jika saat ini Udin prihatin bersama dgn suasana pendidikan, jadi apa Udin berkenan melakukan perubahan pada dunia pendidikan di kampung kami ini,” Raodah coba menjebak anaknya itu.
“Yah maulah bu. Udin berkenan memengaruhi sistem-sistem pendidikan. Udin berkenan menerapkan proses pendidikan yg tidak berpihak. Udin bakal menghapus yg namanya ujian nasional, agar hak-hak guru sebagai orang yg jelas tingkat kecerdasan muridnya itu sanggup kembali lagi,” kata-kata Udin yg terdengar seakan bermain-main bersama dgn imajinasinya sendiri.
“Nah, sekitar bersama dgn langkah seperti apa yg bakal membawa dampak Cita-cita Udin seperti itu sanggup tercapai,” Raodah kembali bertanya pada Udin.
“Yah, bersama dgn langkah bersekolah yg baiklah bu,” kata Udin sedikit memotong percakapan ibunya.
“Itu kan,,, Udin sendiri memahami, bahwa bersekolah itu kami sanggup mewujudkan cita-cita kita. Tapi mengapa saat ini ini, Udin sendiri tak berkenan pergi sekolah. Gimana caranya,” Raodah seakan mengejek anaknya, tetapi sekedar mengembalikan pemahaman Udin seperti sedia kala.
“Oh iya, lho kok Udin sanggup lupa sih. Jika Udin tak sekolah, sama halnya saya merelakan diri untuk dibodohkan oleh orang lain,” Udin seakan baru terbangun dari ketidak sadarannya.
“Nah itu baru anak ibu. Berhubung jam baru menyatakan pukul setengah delapan, lekas mandi. Setelah itu, Udin berangkat sekolah untuk merampok Ilmu pengetahuan,” Gumam Raodah berikan stimulus pada anak semata wayangnya itu.
“Baiklah, pokoknya kelak, Udin bakal memengaruhi kampung kami ini bersama dgn hasil perjuangan Udin nantinya”. Mendengar pengakuan Udin, Raodah sekejap tersenyum simpul selanjutnya memeluk erat anaknya itu.
“Yah sudah, lekas mandi”. Raodah melewatkan pelukannya, agar Udin sekejap bersemangat dan langsung beranjak meninggalkan tempat tidurnya.
Melihat tingkah anaknya yg ber cerita lucu, Raodah kembali tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Di sisi lain, Raodah pun merasa lega, selanjutnya efek kakek-kakek yg ditemui Udin didalam mimpinya sanggup terhapuskan kembali.
Ia takut, terkecuali efek kakek-kakek itu konsisten tertanam di fikiran anaknya, kelak anaknya itu tak bakal bercita-cita jadi pegawai negri lagi. Sebab difikran Raodah, anaknya diakui sukses terkecuali sanggup capai predikat yg namanya PNS.
Sebagai ibu yg mendambakan melihat anaknya berhasil, Raodah kembali bernafas lega setelah beberapa menit ia sempat cemas bersama dgn cii-ciri kekritisan anaknya yg begitu cepat.
Akhirnya, ia mengambil keputusan untuk merapikan tempat tidur Udin yg terlalu berantakan. Namun, setelah beberapa detik merapikan tempat tidur anaknya itu, ia kembali dikagetkan bersama dgn kata-kata Udin yg kembali menemui ibunya yg masih berada didalam kamar.
“Bu, tetapi setelah Udin pikir-pikir, terkecuali Udin selalu sekolah dan selanjutnya saya cerdas, apakah saya tidak bakal jadi penindas-penindas baru di kampung kami ini. Udin sepertinya ragu bu bakal seluruh itu”.
Mendengar perkataan Udin yg mengagetkan, Raodah hanya terdiam dan tak sanggup bicara apa-apa lagi. Ruangan simple itu kembali sepi. Anak dan ibu itu semuanya membisu. Sepintas berlalu, bayangan kakek-kakek yg ada didalam mimpi Udin itu kembali terlihat melintas di depan mata. Lalu, semuanya kembali terdiam.
Sekian contoh Cerpen Dari kami,semoga bisa bermanfaat bagi anda semua,kalai ada kekurangan bisa anda utarakan pada kolom komentar, sekali lagi terimkasih banyak